Senin, 05 Desember 2011

Antisipasi Gempa Bumi


         Tugas PLH



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKUVrDo3LORub6RRvu4CJ7tkEIDaZeAC11TWbNSp1qY5btIb2Hz4s7fj3M9BiutsCUGbeVwJG1r7MK-iNavqIrYovTgKdrAAgaR0_0A8ZRpqt-ukNE80oQMc7-DnjtBfRIBVWrRH7RM-8/s320/Foto135.jpg
Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini mengusik Black Community and Black In News of Bonthain untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi di luar sana. Berangkatlah dari rumah menuju beberapa titik sudut kota Bantaeng yang kira-kira rawan pengaruh cuaca buruk. Lokasi pertama yang didatangi adalah Pantai Lamalaka, di sepanjang tanggul pemecah ombak yang berjejer di bibir pantai Lamalaka, nampak dengan jelas ombak menyapu tembok tanggul tersebut. Dari hasil pantauan lapangan, dapat diperkirakan ketinggian ombak mencapai 1 meter pada bibir pantai. Disertai angin kencang dari arah Laut Flores, menambah kencang arus bawah laut membawa ombak menuju daratan. Pengendara yang melewati jalan Negara (Poros Bulukumba-Bantaeng-Makassar) terlihat sangat hati-hati melewati jalan yang tak jauh dari sisi Pantai Lamalaka.

Kondisi ini mamat berpengaruh terhadap Black Car Community yang melintas di sekitar titik tersebut. Sehingga Black Motor Community harus ekstra hati-hati. Betapa tidak, angin kencang menghempas kendaraan dapat berakibat pada kecelakaan lalu lintas. Tak kurang dari kendaraan yang lalu lalang, terhempas diseret angin hingga ke pinggir jalan di sebelahnya. Khususnya bagi pengendara sepeda motor, helm beterbangan membuat Black Motor Community di belakangnya harus berhenti seketika guna menghindari tabrakan beruntun.

Dari Pantai Lamalaka menyusuri pesisir Kampung Tompong, ombak yang menyapu tanggul semakin tinggi. Akibatnya beberapa bagian tanggul jebol akibat hantaman ombak besar. Perjalanan pun berlanjut hingga Pantai Seruni dan kondisi yang sama tetap ditemui di sepanjang pantai. Di kejauhan, tampak kapal Cargo singgah di perairan Bantaeng menghindar dari derasnya arus Laut Flores. Perairan Bantaeng sudah menjadi langganan transportasi laut ini saat kondisi laut tidak menentu untuk menjadi tempat perlindungan yang aman sebelum melanjutkan perjalanan menuju dan dari Makassar serta wilayah Kepulauan Indonesia Timur lainnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxf1uONpCnF8_tBNugne11eLW4sz7r951bwjWA5B1HCFA_9cGJlh6KMBvMfQP3RBmIYl_0qMBQygAsFa8EK-QBoUcKlQzWflSJaebZ9URGcH_MqAYQb1CnTkhzB9xEqbgTh5XK1ZfIUV8/s320/Foto139.jpg

Kondisi sama terjadi pula di daratan Bantaeng, tepatnya di seputaran kota Bantaeng. Pusat kota Bantaeng berada tak jauh dari laut. Pada sisi utarannya, sekitar 2-3 Kilometer adalah wilayah pegunungan membentang hingga Gunung Lompobattang. Pusat kota pun ikut kena imbas hantaman angin kencang dari Laut Flores. Seperti tampak pada gambar yang berhasil diambil Tim Lapangan, kapal mulai berlindung di perairan Bantaeng.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga1KuwFL6GOZPrRM6_eoUMm1-59EH4n9c0JNyK21ttjSKM18tS1cm23fKW9v6IpeRjsPrsakJFVrCThXYQnRUDNuhScZSHhJ7FgvpMWADC-JtIgOT0UkEYx8JjRx37Ssd7YGajzNVLDzA/s320/Foto150.jpg

Kondisi ini mesti diantisipasi secepatnya. Di samping Takalar, Sinjai dan Selayar, Bantaeng sudah menjadi langganan lokasi rawan bencana di pesisir wilayar Selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Beberapa bencana alam yang sering melanda Bantaeng Butta Toa (Bonthain) antara lain :
1. Banjir tahunan
2. Banjir tiap 5 tahun sekali
3. Abrasi pantai akibat ombak besar disertai angin kencang
4. Angin Ribut
5. Kebakaran

Dari sekian bencana tersebut di atas, yang paling sering menelan korban jiwa adalah bencana yang sifatnya disebabkan oleh air, baik banjir akibat luapan air sungai maupun hantaman air laut yang bertemu dengan banjir dari daratan. Sekiranya minggu ini tidka begitu besar pengaruh dari ombak tersebut. Hal ini terjadi karena pada perairan Bantaeng hingga laut lepas di sepanjang Laut Flores tidak dalam kondisi Pasang Laut. Peringatan Dini telah dikeluarkan Badan Meteorologi dan Geofisika seperti dikutip di halaman portal BMG, wilayah Sulawesi Selatan rawan di awal tahun 2010 ini.

Olehnya, Bantaeng khususnya mesti segera mengambil tindakan antisipasi dengan menyiagakan Tim Siaga Bencana. Tim-tim sukarelawan bersama masyarakat umum mesti siaga dari sekarang. Ibarat sebuah ungkapan yang lazim kita dengar >>>Sedia Payung Sebelum Hujan<<<. Di saat hujan datang ungkapan ini mungkin perlu diperbaharui. Seperti ini mungkin tambahan ungkapan yang bisa kita pedomani >>>Jangan Cuma Payung, tapi Siapkan juga Mantel, Perahu Karet, Perahu Black Motor Community, Batang Pisang dan sebagainya<<<

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVH-IWwdFutgmKLEy7ncggbw7zFaNDGQS7jjtJmrdOhVkAIcoDMzVD-9jyKfotk6qRjazVbpdR5Wyhp16YQdagYBdN5UUTlUZLFuztWGoVMuNYdcAirCFAhXt4mjzNBMDQDOFU6KuaUHw/s320/Foto136.jpg

Dari hulu air mengalir dari 9 sungai induk dan puluhan anak sungai. Kesemuanya mengarah kota Bantaeng. Faktor inilah yang dapat menambah besarnya debit air saat banjir melanda Bantaeng. Sehingga efek yang ditimbulkan dari banjir ini amatlah besar dan merugikan Black Community. Peristiwa banjir tahun 2001 silam bahkan memporak-porandakan Bantaeng beserta isinya. Jembatan Lembang Cina yang membelah jalan akses Makassar-Bantaeng kala itu terputus, mengakibatkan jalur transportasi Bantaeng-Bulukumba-Selayar terhenti beberapa hari. Dan tentunya berpengaruh terhadap laju perekonomian yang pada ujung-ujungnya merugikan daerah.

Harapannya, dengan antisipasi lebih awal mampu meminimalkan terjadinya korban jiwa pada khususnya dan korban materi secara umum. Namun, yang paling penting diperhatikan adalah bagaimana mengantisipasi terjadinya banjir. Melalui program Go Green Indonesia yang diaplikasikan di masing-masing daerah, diharapkan banyak program terkait menuju dalam rangka mewujudkan BONTHAIN GREEN.

Antisipasi Terhadap Bencana Alam







1 Vote
Standar Kompetensi :
Memahami gejala alam yang terjadi di Indonesia dan sekitarnya
Kompetensi Dasar :
Mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga.
Indikator :
  • Mendeskripsikan cara menyelamatkan korban bencana alam.
  • Mengidenti fikasi akibat terjadinya bencana alam.
Tindakan Saat Terjadi Bencana Alam
Kita semua tidak ingin hidup menderita karena bencana. Namun, kita tidak bisa menghindar saat bencana datang di hadapan kita. Bahkan banyak saudara atau teman kita yang tidak sempat menyelamatkan diri. Berikut ini beberapa cara dan kiat yang harus kita lakukan saat terjadi bencana.
Tindakan Saat Gempa Bumi
  1. Apabila kamu berada di dekat pintu atau jendela, segeralah berlari ke luar rumah.http://tugino230171.files.wordpress.com/2011/05/saat-gempa.png?w=593
  2. Apabila kamu di dalam ruangan rumahmu, segera masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuhmu.
  3. Lihatlah keadaan atau kondisi dengan tenang! Jangan terburu buru keluar rumah.
  4. Apabila kamu berada di luar rumah, hindarilah bangunan tinggi, papan reklame, atau tiang listrik.  
  5. Jangan berlindung di bawah pohon yang besar atau tinggi. Pohon juga bisa tumbang akibat getaran gempa.
  6. Selamatkan dirimu dengan mencari ruangan terbuka seperti lapangan atau sawah.
Tindakan Saat Terjadi Tsunami
Tsunami diakibatkan oleh gempa bumi. Jarak waktu antara gempa dan tsunami biasanya 40 menit. Apabila kamu tengah berwisata di pantai atau rumahmu di pesisir, waspadalah saat merasakan getaran gempa. Amatilah dengan cermat air laut di pantai. Apabila tiba-tiba surut, kamu harus segera mencari tempat yang tinggi. Tsunami biasanya diawali surutnya air laut secara mendadak hingga dasar laut menjadi kelihatan. Selanjutnya, terdengar suara gemuruh dari arah laut.
Tindakan Saat Gunung Api Meletus
Tanda atau gejala akan meletusnya sebuah gunung selalu diberitakan oleh pemerintah. Badan Vulkanologi senantiasa memantau aktivitas gunung api yang ada di Indonesia. Apabila gunung benar-benar meletus, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan:
  1. Ajaklah orang tuamu untuk menghindari daerah bahaya. Yang dimaksud daerah bahaya adalah lereng gunung, lembah, atau http://tugino230171.files.wordpress.com/2011/05/masker.png?w=593kawasan yang memungkinkan dialiri lahar.
  2. Pemerintah akan menyediakan angkutan untuk pengungsian. Masyarakat harus mengungsi ke barak pengungsian.
  3. Lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Kamu bisa mengenakan masker, topi, celana panjang, dan baju lengan panjang.
  4. Usahakan jangan menghirup secara langsung udara yang terkena abu letusan.
  5. Patuhilah pedoman dan perintah dari instansi berwenang tentang upaya penanggulangan bencana.  
Tindakan Saat Terjadi Tanah Longsor
Tanah longsor bisa terjadi di lereng sebuah bukit atau pegunungan. Kejadiannya berlangsung sangat cepat. Namun, sebetulnya pemerintah telah lama memetakan daerah-daerah yang rawan longsor. Apabila kamu telah mendengar informasi mengenai gejala akan terjadinya tanah longsor, lakukan hal-hal berikut ini:
  1. Waspadai turunnya hujan deras secara terus-menerus di kawasan bukit atau pegunungan di sekitarmu. Bencana tanah longsor sering terjadi karena banyaknya curah hujan di kawasan tersebut.  
  2. Ajaklah orang tuamu untuk mengungsi ke tempat saudaramu yang jauh dari lokasi tersebut.  
  3. Rawat dan simpanlah dokumen-dokumen penting milikmu dan keluargamu.  
  4. Tetap tenanglah di tempat pengungsian sambil pantau berita yang pasti dari pemerintah setempat.
Tindakan Saat Terjadi Bencana Banjir
 Sebagian besar kota-kota di Indonesia terkena bencana banjir. Keteledoran kita dalam merawat lingkungan menyebabkan bencana banjir. Saat hujan turun dengan deras, air tidak mendapat saluran pembuangan. Air pun menggenangi daratan dan permukiman kita.http://tugino230171.files.wordpress.com/2011/05/saat-banjir.png?w=593 Apabila air di sekitar tempat tinggalmu semakin tinggi, lakukan hal-hal berikut ini:
  1. Bawalah dokumen berharga dan perlengkapan pengungsian yang penting. Matikan listrik, kompor, dan pastikan rumah dalam kondisi terkunci.
  2. Segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.  
  3. Untuk sementara waktu mungkin akan kesulitan air bersih.
Tindakan Saat Terjadi Bencana Angin Topan
Angin topan atau puting beliung bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Tanda-tanda akan datangnya angin topan adalah adanya gumpalan awan yang gelap, besar, dan tinggi. Petir dan guruh terdengar menggelegar. Apabila kamu mendengar suara gemuruh dari kejauhan, segera lakukan hal-hal berikut ini:
  1. Segera masukkan benda-benda penting yang berada di luar ke dalam rumah. Hal ini penting agar tidak terbawa angin. Tutup pintu dan jendela rapat-rapat. 
  2. Apabila angin semakin kencang, segera matikan aliran listrik dan kompor. Ingat! Selama ada angin kencang jangan menyalakan televisi, radio, atau benda-benda yang menggunakan arus listrik.
  3. Tenanglah beberapa saat di dalam rumah. Jangan mencoba melihat ke luar rumah. Biarkan orang tuamu mencari berita secara pasti tentang bencana tersebut.
Tindakan Saat Terjadi Kebakaran Hutan
Negara Indonesia telah menjalin kerja sama dengan negara-negara lain untuk mengatasi bencana tersebut. Wilayahmu mungkin jauh dari hutan. Namun, bukan berarti kita tidak peduli dengan musibah tersebut. Ada beberapa langkah yang harus kamu biasakan:
  1. Apabila kamu sedang berkemah, berhati-hatilah dalam menggunakan api.  
  2. Apabila kamu melihat api di hutan, usahakan untuk memadamkannya. Apabila apinya besar segera beritahu petugas terdekat agar dipadamkan.
  3. Gunakan masker apabila kamu melewati hutan yang terbakar atau kawasan yang terkena kabut asap. Jangan panik dan patuhi petunjuk pimpinan rombonganmu.
 Tindakan Setelah Terjadi Bencana Alam
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa alam. Bentuknya antara lain gempa bumi, gunung meletus, banjir, angin topan, tanah  longsor, kebakaran hutan, atau kekeringan. Dampak bencana alam sangat mengancam kehidupan manusia, menyebabkan kerusakan lingkungan, dan berdampak sosial atau psikologis bagi masyarakat. Bencana alam jelas membuat kita sedih dan menderita. Namun, kita tidak bisa berdiam diri dalam kesedihan. Kita harus segera bangkit dari keterpurukan. Ada beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah dan masyarakat beberapa saat setelah terjadinya bencana alam.
http://tugino230171.files.wordpress.com/2011/05/rekonstruksi-horz.jpg?w=593Peran Pemerintah dalam Tanggap Darurat Bencana Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera setelah terjadi bencana. Tujuannya untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan bencana.Selain itu, pemerintah juga segera memenuhi kebutuhan dasar dan memperbaiki sarana vital. Untuk daerah daerah bencana biasanya segera dikirim tenda dan beragam bentuk bantuan pangan serta pakaian. Fasilitas air minum dan kebersihan juga segera diadakan oleh pemerintah. Aktivitas pemerintahan dan pendidikan di daerah bencana juga segera diaktifkan kembali.
Pemerintah juga memberikan dana bantuan untuk rekonstruksi perumahan penduduk. Dana diambil dari anggaran penanggulangan bencana yang dimiliki pemerintah pusat dan daerah. Bantuan kepada masyarakat dikelompokkan berdasarkan tingkat kerusakan yang dialami warganya.
Peran Masyarakat dalam Tanggap Darurat Bencana
Masyarakat korban bencana biasanya menerapkan langkah-langkah darurat sendiri. Secara swadaya mereka mendirikan posko-posko, tenda darurat, atau dapur umum.  Beberapa saat setelah terjadi bencana, biasanya ada anggota masyarakat yang menjadi relawan. Relawan biasanya menyumbang dana, tenaga, atau menyediakan fasilitas umum. Masyarakat di kota atau di desa bahu-membahu saling meringankan beban penderitaan. Semua merasa susah dan menderita. Bencana alam ternyata membawa hikmah terbentuknya kebersamaan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgprn099P800-Sb7t-9lRsMGmKCkCgrXlzQ8Ho8MreHkDIofvEdip22E2zvFC_WYzGQ-Cn6PNemZUWKE0h7B1Fe_5PXpMjS8cx69mTdp04RPq06gpMKzQ6dNJIs7M5Egi1v40GLxzYj4G5X/s0/date.png17:03 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf78cfg_XQh-05nPpiTrZNHdS2PQCgu7wDhR5HkPDzgMCJ16L_Ssmj0Kf_zuXIp_S7enyIGIeFf6dv_uJi4E2tA-DJm-o_fhGX6ZjCBl_braUj3z29-Hd_HkLkExVa0hVKm2eC6wA6wO1A/s0/user.pngSelalu Siaga
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVapsO9tRmnNh-584t5XyhsbJhmX8QYj9oK4ZcBaMzVdSjTqWxgjLKl3cMjnxG9NXLWcv6DLZ8_d1zEzuo6jrHu1zzH2eyUQT-QnAZ1iR9S7s43Tm3nDRjQZrRTp-yfSBTM4Lzd2IA7y8/s200/stairwelleva.jpgYang harus dikerjakan sebelum, saat dan sesudah terjadi
gempa bumi.
I. Sebelum terjadi gempa bumi
A. Kunci utama adalah :
• Mengenali apa yang disebut gempa bumi
• Memastikan bahwa struktur dan letak rumah anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan gempa bumi
• Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.
B. Kenali lingkungan tempat anda bekerja dan tinggal
• Memperhatikan petunjuk, letak pintu,lift, dan tangga darurat, sehingga apabila terjadi gempa bumi sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung.
• belajar melakukan P3K dan menggunakan alat pemadam kebakaran.
• Mencatat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi ( Baca Panduan Rencana Keselamatan di Pemukiman oleh Komunitas Warga Siap Siaga )
C. Persiapan rutin pada tempat anda bekerja dan tinggal
• Perabotan ( lemari, cabinet, dll ) diatur menempel pada dinding ( dipaku/ diikat ) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi.
D. Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempa adalah akibat kejatuhan material, untuk itu anda harus :
• Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah.
• Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa bumi ( Lampu, dll )
E. Persediaan yang ada : ( Baca Panduan Rencana Persediaan Antisipasi Bencana oleh Komunitas Warga Siap Siaga )

II. Saat Terjadi Gempa Bumi
A. Jika anda berada dalam bangunan
• Lindungi kepala anda dan badan anda dari reruntuhan bangunan ( dengan bersembunyi dibawah meja, di sudut ruangan jika pada saat gempa pertama tidak memungkinkan untuk lari ).
• Hindari dinding kaca.
• Segera lari keluar setelah getaran gempa pertama.
• Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan pada saat gempa susulan
• Berlindung di tempat paling aman dari reruntuhan akibat goncangan.
B. Jika berada diluar bangunan atau area terbuka
• Hindari bangunan yang ada di sekitar anda ( gedung, tiang listrik, pohon, dll )
• perhatikan tempat anda berpijak apabila terjadi rekahan di tanah.
C. Jika anda sedang mengendari mobil
• Keluar, turun dan menjauh dari mobil, hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOq1_T6Z334hjcfl73TslCvyGc8saPRnghKg4BzJwmb81MfO7BgzLd16bjKF6iesV9ntqKlnFzj-3Tj9V9GEtrH6Wr07MMl7oslEbqztN2mVvICRpBN8hkM8FO8cz7AY-dESawNr80YXQ/s200/tsunami-wave.jpgD. Jika anda tinggal atau berada di pantai, jauhi pantai untuk menghindari Tsunami.




E. Jika anda tinggal di daerah pegunungan, apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

III. Sesudah terjadi Gempa bumi
A. Jika anda berada di dalam bangunan
• Keluar dari bangunan dengan tertib.
• Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa atau darurat.
• Periksa apa ada yang terluka dan lakukan P3K.
• Telpon / minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada anda atau sekitar anda.
B. Periksa lingkungan sekitar anda.
• Periksa apabila terjadi kebakaran, kebocoran gas dan arus pendek.
• Periksa aliran dan pipa air.
• Periksa segala hal yang dapat membahayakan
( mematikan listrik, tidak menyalakan api, dll )
* Sumber BMG Indonesia

Hal - hal utama yang perlu diperhatikan :
1. Periksa struktur tangga di bangunan anda tinggal atau bekerja. Umumnya, enak untuk naik ( karena cepat ) tetapi bahaya untuk turun. Dikarenakan pada saat naik turun tangga, tidak sepenuhnya kaki berpijak di anak tangga.
2. Hati - hati menuruni tangga pada saat dan sesudah gempa dikarenakan kemungkinan ada bagian yang menjadi rapuh akibat gempa.
3. Periksa kemampuan bangunan tempat tinggal atau bekerja anda dapat tahan gempa hingga tingkat berapa.
4. Periksa kondisi dan usia bangunan anda.
5. Bacalah artikel Doug Copp mengenai “ Segitiga Kehidupan “
6. Belajarlah P3K, Karena jika gempa besar terjadi didaerah anda dan keluarga berada, tenaga medis yang ada tidak akan mampu langsung dapat menolong segera dikarenakan jumlah tenaga yang kurang dan dapat berkurang akibat tenaga medis yang juga menjadi korban.
7. Persiapkanlah persediaan antisipasi bencana. Karena bantuan tidak dapat langsung merata.
8. Kenali petunjuk dan tempat evakuasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar